Akses Air Bersih di Indonesia

Air bersih adalah salah satu kebutuhan primer manusia. Air begitu penting bagi kehidupan karena air merupakan salah satu prasyarat untuk mengukur kualitas hidup manusia. Dalam konteks kualitas hidup, kami bicara secara spesifik dalam kontek kesehatan.

Walaupun air menjadi kebutuhan primer bagi manusia, sayangnya di negeri kita, akses air bersih masih menjadi masalah besar terutama di daerah-daerah terpencil. Akibatnya bisa ditebak yang salah satunya adalah masih tingginya tingkat kesakitan akibat rendahnya akses terhadap air bersih.

Disinyalir masih ada kurang lebih 100 juta penduduk Indonesia yang masih kesulitan mengakses air bersih serta tidak mempunyai sarana sanitasi yang baik.

“Apa yang bisa kita lakukan? Menunggu Pemerintah menyelesaikan masalah rendanya akses air bersih?”

Menunggu Pemerintah untuk menyelesaikan masalah akses air bersih bukanlah hal bijak. Dalam pandangan kami, jika kita bisa bergerak sendiri secara swadaya serta serta dengan semangat gotong royong maka menyelesaikan masalah akses tersebut lebih baik. Apalagi saat ini sebenarnya di tingkat desa sudah ada dana desa yang bisa didayagunakan untuk mengatasi masalah akses air bersih.

Menyiapkan Pengelola Sarana Prasarana Air Minum dan Sanitasi yang Mandiri

Kelompok Pengelola Sarana Prasarana Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) memiliki arti penting dan strategis dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Mereka adalah orang-orang yang diharapkan mampu mengimplementasikan, mengelola, merawat sarana prasarana, melakukan penguatan kelembagaan, sampai pemberdayaan perempuan sehingga dapat menjadi kelompok yang profesional dan mandiri.

Di Sleman saat ini sudah ada 40 KPSPAMS dan tahun mendatang diharapkan akan bertambah. Syarat membentuk KPSPAMS harus mendapat SK Kades agar sah.

KPSPAMS disebut sebagai ujung tombak pengelolaan sarana prasarana air minum dan sanitasi. “Dalam pengelolaan agar terbuka kepada masyarakat. Anggota KPSPAMS diharapkan paham keuangan, administrasi, dan teknik pengembangan pengelolaan air bersih,” ujar Sunarto, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman saat menghadiri pelatihan KPSPAMS di Hotel Savita Inn, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Kabupaten Sleman, Kamis (7/11/2019).

Sunarto berpesan agar setelah sarana air bersih beroperasi, jika ada kekurangan dan kerusakan, selain berkomunikasi dengan masyarakat KPSPAMS diharapkan juga berkomunikasi dengan DPUPKP.

Sementara itu Agus Wasiso Wibowo, Analis Pengembangan Ekonomi Pedesaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa ada banyak versi KPSPAMS, yang apabila ditotal berjumlah sekitar 360 kelompok KPSPAMS di Kabupaten Sleman.

Agus Wasiso Wibowo memaparkan masalah-masalah yang kerap terjadi dalam pengelolaan Pamsimas. Misalnya saat ini program yang berkaitan dengan air bersih masih terpinggirkan dan masih kalah dengan infrastruktur seperti program pengerasan jalan.

“Selain itu pengelolaan Pamsimas di tingkat RT/RW/Padukuhan belum tersentuh APBDes karena berkaitan pengelolaan air minum karena tidak ada dokumen RPJMDes dan Rencana Kerja Pemerintah Desa. Rata-rata yang dikelola tiap RT dan RW sulit disatukan tingkat padukuhan atau desa. PMD mendorong terbentuk di tingkat desa, untuk memudahkan koordinasi dengan Dinas PU dan dinas terkait agar dapat dimasukkan di RPJMDes dan dan Rencana Kerja Pemerintah Desa.,” papar Agus Wasiso Wibowo.

KPSPAMS bisa berperan dalam pengusulan kegiatan melalui tahapan musyawarah padukuhan, dimana KPSPAMS bisa menginventarisasi kebutuhan selama 6 tahun ke depan yang kemudian diajukan dalam musyawarah desa. Dokumen tersebut kemudian dimasukkan ke dalam RPJMDes 6 tahunan, dan akan bisa dilihat setiap kegiatan akan dilaksanakan pada tahun ke berapa.

“Lalu ada tahapan musrenbang desa yang tujuannya untuk menyelaraskan program dari pusat sampai ke desa. Endingnya penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa dalam satu tahun anggaran yang didukung APBDes. Jika dana yang diperlukan besar bisa mengajukan CSR, dan melakukan kerjasama antar desa dalam pemenuhan kebutuhan air minum dan kesehatan masyarakat,” jelas Agus Wasiso Wibowo.

Hidup Sehat Dimulai dari Menjaga Kebersihan Diri

Menjaga kebersihan diri merupakan hal yang sangat penting terutama untuk menjaga diri kita tetap sehat, dan mengurangi risiko diri kita maupun orang terdekat terserang penyakit. Banyak penyakit yang tersebar saat bakteri berbahaya pindah dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung, seperti bersentuhan dengan orang yang terinfeksi, atau kontak tidak langsung, seperti menyentuh suatu barang yang telah disentuh oleh orang yang terinfeksi. 

Kebersihan diri tidak hanya penting bagi kita, namun juga bagi orang di sekitar kita. Kebersihan diri seseorang dapat berdampak pada bagaimana cara orang lain melihat dan memperlakukan kita, sehingga dapat dikatakan bahwa hal ini bisa membantu kita untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Oleh karena itu, membersihkan diri dengan menyeluruh merupakan hal yang sebaiknya tidak terlewatkan. Langkah pertama yang penting untuk dilakukan adalah mandi memakai air bersih dan sabun mandi. Mandi dengan sabun pembersih yang baik bisa menghilangkan lemak, kotoran, dan bakteri yang menumpuk di siang hari dan mencegah masalah seperti bau badan

Seberapa sering frekuensi kita untuk membersihkan diri dengan mandi tentunya tergantung pada tingkat aktivitas fisik tiap orang, namun pada umumnya, mayoritas orang harus mandi setidaknya sekali sehari. Menggunakan sabun mandi akan efektif membantu kita terhindar dari kuman penyebab penyakit. Berbeda dengan mandi, kita mungkin hanya butuh mencuci rambut kita tiap dua hingga tiga hari sekali, hal ini sangat tergantung pada kebutuhan masing-masing individu.

Penggunaan deodoran juga bisa membantu kita untuk lebih bersih dan percaya diri. Secara umum, deodoran bekerja dengan menutupi bau badan atau mengurangi jumlah keringat. Deodoran yang mengandung ‘antiperspirant’ cenderung lebih efektif, terutama pada hari-hari ketika cuaca sangat panas di luar atau saat kita berencana melakukan olahraga.

Selain tubuh, menjaga kebersihan mulut juga tidak kalah penting. Menyikat gigi dan flossing harus menjadi rutinitas utama dalam keseharian kita. Meskipun sebenarnya akan lebih baik jika dilakukan tiap setelah makan, menyikat gigi idealnya dilakukan saat pagi dan malam hari. Dengan menyikat gigi yang benar dan rajin, kita bisa terhindar dari risiko terkena bau mulut, gigi berlubang, penyakit gusi, dan berbagai masalah lainnya.

Ketika kita menjalani kehidupan sehari-hari, tangan kita sebenarnya menjadi ‘tuan rumah’ bagi kuman dan bakteri berbahaya. Untuk mencegah kuman memasuki tubuh kita dan menyebabkan penyakit, sangat penting untuk mencuci tangan secara menyeluruh dengan sabun antibakteri terutama pada saat-saat penting, seperti misalnya setelah menggunakan toilet, setelah bersentuhan dengan seseorang yang sakit, dan sebelum makan. 

Untuk menjaga tubuh tetap segar dan bersih, kita juga perlu mencuci pakaian dan perlengkapan tidur secara teratur. Pakaian dalam dan pakaian lain yang dikenakan langsung bersentuhan dengan kulit harus diganti setiap hari, sedangkan untuk sprei tempat tidur bisa dibersihkan paling tidak setiap minggu.