SANITASI YANG BAIK TERCIPTA DARI KESADARAN DAN KEPEDULIAN MASYARAKAT AKAN KESEHATAN

Pemerintah menyatakan perlunya perubahan paradigma di masyarakat dalam pengelolaan sanitasi. Itu penting lantaran masyarakat masih memandang pengelolaan sanitasi bukan sebagai kebutuhan yang utama jika dibandingkan dengan kebutuhan lainnya. Untuk merubah paradigma masyarakat tentang pengelolaan sanitasi diperlukan sinergitas dari seluruh pihak baik sektor pemerintah maupun melalui lembaga swadaya masyarakat. Hal ini juga membutuhkan gerakan kalangan muda yang penuh dengan kreatifitas untuk menggaungkan betapa pentingnya sanitasi lingkungan.


Kota Banjarmasin yang memiliki julukan sebagai Kota Seribu Sungai ini memiliki masyarakat yang sebagian besarnya masih mengandalkan sungai untuk melakukan segala aktivitas seperti, jual beli, mencuci pakaian dan prabotan rumah tangga, bahkan aktivitas MCK pun dilakukan di sungai. Tanpa disadari, kebiasaan masyarakat yang sudah ada sejak dulu menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap kelestarian sungai. Seiring berjalannya waktu, sungai pun menjadi tercemar akibat dari banyaknya buangan manusia atau limbah yang langsung dibuang ke sungai. Tercemarnya sungai saat ini bisa menimbulkan sumber penyakit penyakit yang akan menyerang masyarakat terutama yang berada di bantaran sungai.


Melihat kondisi seperti ini, Pemerintah Kota Banjarmasin tidak tinggal diam. Melalui SKPD SKPD terkait, Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan banyak langkah langkah upaya menjaga kelestarian sungai. Salah satu yang ikut serta dalam upaya tersebut yaitu Perusahaan Daerah Pengelola Air Limbah (PD PAL) Kota Banjarmasin. Air limbah rumah tangga merupakan salah satu faktor yang kuat dalam pencemaran sungai. Seperti misalnya kotoran manusia yang langsung dibuang ke sungai yang mana mengandung banyak bakteri pencemar lingkungan salah satunya yaitu bakteri e-coli. Bakteri E-Coli merupakan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit sistem pencernaan yang serius, yang umum ditandai dengan diare dan kadang disertai mual. Dampak lain dari bakteri E-coli adalah menghasilkan racun yang dapat merusak ginjal, serta melemahkan dinding usus kecil pada anak-anak.

PD PAL Kota Banjarmasin merupakan Perusahaan Daerah yang memiliki tugas mengolah limbah rumah tangga menjadi air bersih kembali. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mengurangi kadar cemaran sungai dan menciptakan sanitasi lingkungan yang baik di Kota Banjarmasin. Dengan terciptanya sanitasi lingkungan yang baik, maka taraf kenyamanan, kebersihan dan kesehatan dalam bermasyarakat pun tinggi sehingga dapat menunjang majunya aspek aspek lain seperti pariwisata, ekonomi, dan sosial.


PD PAL Kota Banjarmasin bekerja sama dengan beberapa SKPD terkait sanitasi lingkungan untuk merubah pola pikir masyarakat dan mengedukasi kepada masyarakat tentang betapa pentingnya mengolah limbah rumah tangga demi kelestarian sungai.
Baru baru saja PD PAL Kota Banjarmasin mendapatkan kunjungan dari DPRD Kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah dan Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil Universitas Lambung Mangkurat. Tujuan kunjungan tersebut sama yaitu ingin mengetahui sistem pengolahan air limbah rumah tangga yang ada di Kota Banjarmasin serta manfaat atau dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Dengan semakin banyaknya kunjungan lapangan yang ada di PD PAL Kota Banjarmasin, diharapkan dapat cepat menumbuhkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya mengolah limbah rumah tangga demi kelestarian lingkungan pada umumnya dan kelestarian sungai pada khususnya.

alat sanitasi yang di perlukan dapat tersedia di https://www.indotekhnoplus.com/

Cara Menjaga Kebersihan Lingkungan untuk Cegah Corona

Semakin meningkatnya penyebaran virus Corona menyebabkan masyarakat dunia semakin khawatir. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun sudah mengeluarkan pernyataan, Virus Corona dikategorikan sebagai pandemi.

Di Indonesia, hingga 24 Maret 2020 petang, penderita virus Corona sudah mencapai 686 yang positif, 55 meninggal dan 30 orang sembuh. 

Virus Corona menyerang masyarakat dari berbagai kalangan usia, dari yang berusia lanjut, muda bahkan balita.

Pada hari Minggu 15 Maret 2020, Presiden Jokowi meminta masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah virus Corona ini.

Jokowi meminta masyarakat Indonesia mulai bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah masing-masing. Selain itu, Jokowi meminta masyarakat saling tolong-menolong di tengah pandemi ini.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk mengurangi penyebaran virus dengan menjaga kebersihan lingkungan. Baik di rumah, kantor maupun ketika berada di lingkungan publik.

Dalam memaksimalkan kegiatan untuk mengurangi penyebaran pademi virus covid 19 alat sanitasi perlu di perlengkap karena dengan pencegahan manual saja tidak akan cukup, alat sanitasi yang lengkap dan berkualitas tersedia di https://www.indotekhnoplus.com/

Puan Minta Akses Air Minum dan Sanitasi Diperluas

Demikian disampaikan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat membuka acara City Sanitation Summit XVI yang diselenggarakan oleh Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) dan Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis, (24/11).

Acara pembukaaan City Sanitation Summit XVI ini dihadiri sekitar 700an peserta, termasuk Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M. Basoeki Hadimoeljono, PLT Gubernur Provinsi Aceh Soedarmo, Ketua AKKOPSI (Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi) H.M. Rizal Effendi, sekitar 48 Bupati dan Walikota se Indonesia, 105 daerah anggota AKKOPSI, serta penggiat air minum dan sanitasi.

Saat tiba di Gedung AAC Dayan Dawood, Menko Puan langsung di-peusijuk (ditepungtawari) secara adat Aceh oleh Ketua Majelis Adat Aceh Kota Banda Aceh, Sanusi Husen. Peusijuk adalah adat Aceh untuk memuliakan tamu yang baru tiba. Ini dilakukan agar tamu merasa terkenang dan betah di Aceh dengan menjadi sahabat dan keluarga.

Dalam sambutannya, Menko PMK mengatakan pembangunan infrastruktur dasar air minum dan sanitasi, juga selaras dengan Germas Gerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat (Germas) yang telah diluncurkan sebagai upaya bersama untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan kondisi masyarakat yang sehat, akan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.