Pamsimas Giriasih Siap dukung Pelayanan Air Minum dan Sanitasi Bagi Masyarakat

GIRIASIH-PURWOSARI (14/1/19)- Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas), merupakan program yang turut dinaungi oleh Kementerian PU, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa.

Dengan tujuan menjamin kualitas air bersih maupun lingkungan tempat tinggal yang sehat, khusunya bagi masyarakat desa, pinggiran kota dan daerah Urban.

Kondisi air minum dan sanitasi buruk dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Salah satu dampak yang ditimbulkan yakni Stunting pada anak (kekerdilan). Hasil penelitian sekitar 35 persen terjadi karena buruknya air minum dan sanitasi.

Oleh karena itu, program ini ingin menjamin terutama di daerah yang kurang terjangkau air bersih. Kami mendukung dengan memberikan bimbingan teknis mengenai persiapan untuk penyediaan air bersih dan lingkungan sanitasi, agar terus dikembangkan oleh masyarakat.” 

Pentingnya Pamsimas ini, sesuai dengan rencana jangka pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015-2019, pemerintah Indonesia telah mengambil inisiatif untuk melanjutkan komitmennya dengan meluncurkan program nasional akses universal air minum dan sanitasi, tahun 2019 dengan capaian target 100 persen akses air minum dan sanitasi bagi seluruh penduduk Indonesia. 

Ketersediaan akses air bersih dan sanitasi, merupakan satu diantara indikator dalam klaaaifikasi status desa dalam Indeks Desa Membangun (IDM).

Program Pamsimas dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat, melalui keterlibatan masyarakat dan pendekatan yang tanggap dengan kebutuhan masyarakat. 

Mendidik kesadaran masyarakat tentang pentingnya air bersih dan sanitasi lingkungan. Jadi mereka akan mengupayakan untuk dana desa digunakan akan keperluan itu. Karena kalau mereka merasa penting, mereka pasti akan menjaga apa yang telah diberikan. Dan bagi pemerintah jika mereka merasa itu penting, mereka berikan dana untuk kepentingan itu.

Kini pemerintah Desa Giriasih telah mendapatkan program pamsimas tersebut, sesuai dengan harapan mudah-mudahan program ini dapat berjalan lancar, dan anggapan bahwa Giriasih salah satu desa yang selalu merasa kekurangan air mudah mudahan di kemarau yang akan datang anggapan ini dapat terselesaikan.

Sanitasi Menjadi Masalah Utama Stunting di Desa Sumberrejo

Sanitasi Menjadi Masalah Utama Stunting Di Desa Sumberrejo

Masalah sanitasi lingkungan menjadi hal yang di perbincangkan dalam acara pra musyawarah Desa Sumberrejo Batanghari. Adanya beberapa tempat ulyang belum sehat menjadi sumber masalah akan adanya gejala stunting, 21/08/2019.

Apalagi dalam data yang ada di Dinas Kesehatan setempat, bahwa Sumberrejo masuk dalam Desa yang rawan stunting di Lampung Timur.

Menurut Titik, selaku bidan Desa sumberrejo salah satu alasan utama hal tersebut karena masih adanya WC Cemplung dan lingkungan yang kotor.

“Adanya WC yang kurang sehat serta kandang ternak yang masih dekat dengan rumah menjadi penyebab utama stunting ,” ujarnya.

Lanjut dia perlu ada dukungan setiap elemen masyarakat dan pamong Desa untuk mengentaskan stunting ini. Sebagai contoh program posyandu yang berjalan dan juga kelas ibu hamil dan kelas ibu menyusui menjadi awal untuk menuntaskan stunting ini.

Senada hal itu, Sekertaris Desa Sumberrejo Muhajir, juga menghimbau untuk setiap masyarakat maupun kader bersama – sama mengentaskan stunting yang ada.

“Sihak Desa siap berkordinasi dan mendukung layanan kesehatan yang diperlukan untuk menuntaskan masalah ini. Karena ini masalah kita bersama,” pungkasnya. (Tyu/byu)

Wujudkan Lingkungan Bersih, Desa Blang Dalam Bangun WC untuk Progam Sanitasi

PIDIE JAYA — Mencegah bersentuhan dengan barang buangan atau kotoran  (Sanitasi) Kepala Desa (Keuchik) Gampong Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya membangun 15 unit Jamban (WC) untuk warganya.

Kepala desa Blang Dalam Muhammad Yakop, S,Sos melalui Sekretarisnya, Mukhtar MA, Sabtu 06 Oktober 2018 mengatakan Pembangunan Jamban untuk masyarakat miskin adalah Wujud dari keseapakatan  program Sanitasi lingkungan antara keuchik bersama  kepala Puskesmas Bandar Dua.


Jamban diutamakan bagi warga miskin yang tidak mempunyai WC sama sekali, ujar Serektaris.
Menurut Serektaris, banyak warganya masih menggunakan Sungai, gali tanah dan di plastik, oleh karena itu pihak aparatur desa berinisiatif untuk menjalankan progam Sanitasi tersebut.

“Insya Allah Program sanitasi sudah kami Laksanakan dengan dana Desa mulai Tahun 2017 kita bangun 10 unit jamban Tahun 2018 15 unit jamban.per unitnya menghabiskan Rp,5.000.000,” kata sekdes.
Masih menurut Sekdes, “Kedepan berdasarkan survey masih ada rumah warga yang belum kita bangun  jamban  5 unit lagi rencananya 2019 akan kita tuntaskan.”


Selain penyelesaian sanitasi, Desa Blang Dalam juga merencanakan pembagian tong sampah kepada setiap Rumah  masyarakat supaya nantinya dapat memisahkan sampah organik dan  non organik.


“Intinya kedepan Gampong Blang Dalam menjadi Gampong Bersih lingkungan dan Program Bank sampah,” katanya
Ditempat terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pidie Jaya H.Said Abdullah dalam wawancaranya dengan media mengatakan sangat mendukung progam seperti yang dilakukan oleh Keuchik Blang Dalam.


“Kita sangat mendukung progam tersebut selain mencegah penyakit juga sebagai lingkungan bersih kita juga berharap desa – desa lain bisa mengikuti jejak yang dilakukan desa ini (Blang Dalam),” ujar Kadiskes.
Sementara Muhammad Yusuf  (68) warga desa Blang Dalam mengatakan sangat senang dengan adanya bantuan Jamban dari Desa tidak perlu lagi gali tanah atau cari plastik bila ingin membuang hajatnya. “Terima kasih pemerintah Pidie Jaya terima kasih pak Keuchik,” tutupnya polos.