Wapres: Sanitasi yang Baik Berpengaruh ke Kualitas SDM Unggul

Sanitasi dan air minum yang aman merupakan persoalan krusial. Bagi negara yang maju, salah satu indikatornya adalah tersedianya air minum yang aman dan sanitasi yang layak bagi masyarakatnya agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat. Wakil Presiden, Ma’ruf Amin menyebut,  seluruh kehidupan sangat bergantung pada air, tapi saat ini dunia sedang menghadapi persoalan ketersediaan air, terutama air bersih. Begitu pentingnya air bersih dan sanitasi sehingga berbagai upaya untuk mengatasi dua persoalan tersebut sangat mendesak untuk dilakukan. Seperti diketahui, terdapat lima prioritas Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin untuk menuju Indonesia maju . Pertama adalah Pembangunan Sumber Daya Manusia ( SDM) Unggul. Yang kedua, Pembangunan Infrastruktur.

Yang Ketiga, Penyederhanaan Regulasi. Keempat, Reformasi Birokrasi. Dan kelima adalah Transformasi Ekonomi. “Pemerintah telah menempatkan pembangunan SDM Unggul sebagai prioritas pertama. SDM unggul itu harus memiliki kesehatan yang baik yang faktor utamanya adalah memiliki akses terhadap air bersih serta sanitasi yang layak,” ujar Ma’ruf di Jakarta, Senin (2/12/2019). Ketiadaan sanitasi dan air bersih merupakan awal dari munculnya persoalan kesehatan dalam masyarakat, seperti stunting, yang saat ini menjadi prioritas pemerintah untuk ditangani.

Prevalensi stunting walaupun sudah turun selama pemerintahan Presiden Jokowi periode pertama dari 37,2 persen pada tahun 2013 menjadi 27,7 persen pada tahun 2019. “Namun masih sangat jauh dari yang kita harapkan, sasaran kita dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) adalah menjadi 19 persen pada tahun 2024,” katanya. Upaya penurunan prevalensi stunting sangat terkait dengan tersedianya sanitasi dan air bersih yang memadai. Adanya sanitasi yang baik juga mengurangi banyak penyakit bagi ibu yang sedang hamil, bayi serta anak bawah lima tahun (balita). Menurutnya, tanpa sanitasi dan air bersih, membuat bayi rentan terhadap berbagai penyakit. Dan jika penyakit mendera bayi yang baru dilahirkan secara terus-menerus dapat mengganggu 1.000 hari pertama kehidupannya, karena tidak mampu menyerap gizi dengan baik yang dapat mengakibatkan anak tersebut menderita stunting.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *