Waspada! Penyakit Pasca Banjir

Sahabat Permata, banjir adalah salah satu bencana alam yang cukup sering terjadi di Indonesia. Semakin tahun, angka kejadian banjir di Indonesia semakin sering, semakin meningkatkan kecemasan bagi kita. Tahukah Sahabat Permata, banjir di Jakarta misalnya, sudah beberapa kali terjadi sejak zaman Hindia Belanda. Seiring berjalannya waktu, kejadiannya semakin sering. Seperti awal tahun 2020 ini, saudara – saudara kita di Jabodetabek mengalami banjir. Banjir memberikan dampak tidak hanya kerugian dari sisi infrastruktur, ekonomi, namun juga kesehatan.

Pasca banjir, keadaan lingkungan yang tergenang dengan air kotor, tentu menghambat akses terhadap air bersih. Hal ini juga seiring dengan sanitasi dan kebersihan diri hygiene diri) yang tidak terjaga selama banjir melanda. Nah, agar kita lebih sadar dan waspada ke depannya, yuk kita bahas mengenai penyakit pasca banjir yang dapat terjadi.

Penyakit pasca banjir adalah penyakit – penyakit yang angka kejadiannya meningkat pada musim penghujan dan banjir. Penyakit ini umumnya yang berkaitan dengan penularan :

  1. Water-borne disease

Penyakit – penyakit yang dibawa oleh air,akan meningkat pada keadaan banjir. Contohnya, seperti Tifoid, Kolera, dan Hepatitis A dan E.

  1. Vector born disease

Penyakit – penyakit yang dibawa hewan juga akan meningkat, seperti Leptospirosis, Demam Berdarah. Hewan yang menjadi wadah penyebaran penyakit ini adalah tikus dan nyamuk.

Sahabat Permata, pada saat banjir banyak sekali faktor resiko yang mendukung terjadinya berbagai penyakit. Apa aja faktor resikonya ?

  1. Hygiene dan sanitasi yang buruk, karena air banjir sendiri merupakan air yang bercampur dengan sampah, air got dan septi tank.
  2. Kontaminasi pada air yang digunakan untuk makan, cuci dan kakus (MCK)
  3. Udara yang bercampur dengan air terkontaminasi
  4. Air yang tergenang, mendukung perkembangan vektor penyakit, seperti nyamuk

Berdasarkan waktu munculnya penyakit – penyakit pasca banjir, dapat kita bagi menjadi :

  1. Acute (0-7 hari) : umumnya pada rentang waktu ini, penyakit yang dibawa oleh air dan ISPA mulai muncul
  2. Mid-term (1-4 minggu) : pada rentang waktu ini, yang muncul adalah penyakit yang dibawa oleh vektor tikus, seperti Leptospirosis
  3. Long-term (> 4 minggu) : pada rentang waktu ini, penyakit yang muncul berhubungan dengan vektor yang lain.

Nah, untuk lebih jelasnya, kita bahas satu – satu ya penyakit pasca banjir ini.

1. Diare

Nah, diare sangat berkaitan dengan kebersihan individu (hygiene) dan sanitasi. Ketika sanitasi dan hygiene bermasalah, maka resiko makanan dan minuman atau alat – alat makan terkontaminasi dengan kuman akan sangat tinggi. Penyebab diare sangat banyak, bisa disebabkan oleh kuman (infeksi virus, bakteri), keracunan makanan, alergi/intoleransi makanan, efek samping obat, penyakit pada usus, dan stress. Saat banjir, tentu penyebab akibat kuman menjadi dominan. Bagaimana gejalanya? Diare tentu saja ditandai dengan buang air besar cair lebih dari 3 kali sehari. Saat diare, sangat penting untuk mengganti cairan yang hilang. Minum air yang cukup dengan cairan biasa atau oralit, makan makanan yang bergizi dan baik untuk orang diare seperti pisang, tempe, ubi, dll.

Dalam menangani diare, yang penting adalah harus waspada tanda bahaya bagi pasien diare, diantaranya :

  1. Diare tidak membaik dalam 3 hari
  2. BAB cair sangat sering
  3. Muntah berulang
  4. Sangat haus
  5. Tidak mau makan/minum
  6. Demam tinggi
  7. Pasien terlihat sangat lemah

2. Demam Berdarah 

Saat banjir reda, genangan air di beberapa tempat seperti pot bunga, kendi – kendi, ember biasanya masih ada. Ini menjadi sumber sarang nyamuk. Aedes Aegypti sangat senang dengan air seperti ini. Ketika tempat berkembang biaknya banyak, maka resiko infeksinya semakin tinggi. Bagaimana gejalanya? Gejala umumnya demam mendadak tinggi, ada nyeri – nyeri sendi otot, bisa ada diare, mual muntah, dan diakhir bisa muncul tanda – tanda perdarahan bawah kulit seperti bintik bintik merah. Penanganan awal pada demam berdarah, mulai dengan minum air putih yang cukup, minum obat penurun panas, dan kompres air hangat. Bila gejala tidak membaik, maka harus segera periksa ke dokter.

Untuk pencegahan penularan demam berdarah maka Sahabat Permata dapat menerapkan :

  1. 3 M (Mengubur barang bekas, Menguras genangan air, dan Menutup rapat tempat penampungan air)
  2. Gunakan pembasmi nyamuk (larvasida seperti ABATE, semprotan nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik)
  3. Lotion anti nyamuk
  4. Fogging

3. Leptospirosis

Sesuai dengan namanya, disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penularannya melalui kontak dengan mukosa dan kulit yang luka dengan air kencing atau kotoran tikus. Bagaimana gejalanya? Gejalanya seperti gejala infeksi lainnya, seperti sakit kepala, muntah, mual, demam, diare, mata merah, ruam, hingga kulit atau area putih mata yang menguning, hingga nyeri otot terutama bagian betis.  Leptospira harus ditangani dengan baik, karena bisa saja gejala ringannya memberat dan menjadi Weil Disease. Gejalanya tentu lebih parah, karena infeksi sudah menyerang organ – organ tubuh, dimana gejalanya seperti kuning, gagal ginjal, hingga gagal jantung.

Bagaimana penanganannya? Ya, penanganannya bila terbukti mengalami Leptospira maka menggunakan antibiotik.

4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

ISPA disebabkan oleh bakteri, virus, dimana ISPA sangat mudah menular mulai dari bersin, batuk, ludah. ISPA biasanya paling sering disebabkan oleh virus, sehingga sering menginfeksi populasi yang rentan seperti anak, lansia dan orang dengan imun yang lemah.

Bagaimana gejalanya ? Gejalanya bisa berupa batuk, demam, sesak napas, pilek, bersin – bersin dan lainnya. Penanganan awal untuk ISPA yang dipicu virus atau bakteri dapat beruba mandi air hangat, minum air hangat, berkumur dengan air garam, kompres dengan air hangat, menghindari udara dingin, banyak minum air putih dan beristirahat yang cukup.

5. Penyakit Kulit

Penyakit kulit dapat berupa penyakit kulit akibat infeksi bakteri, jamur atau alergi. Bagaimana gejalanya? Gejalanya umumnya kulit merah, gatal – gatal atau berbintik- bintik. Penangananya tentu harus disesuaikan dengan penyebab penyakit kulitnya.

Apa yang harus dilakukan saat membersihkan rumah pasca banjir?

Nah, setelah banjir pasti Sahabat Permata harus membersihkan rumah kan? Beberap hal yang harus diperhatikan diantaranya :

  1. Gunakan air bersih
  2. Pakai pelindung diri (masker, sarung tangan, sepatu boot karet)
  3. Semprotkan disinfektan
  4. Sterilkan peralatan makanan dengan air panas
  5. Buang makanan yang tercemar

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *