Cegah Corona, Yon B Laksanakan Sanitasi Siaga

Menyikapi perintah Presiden Joko Widodo terkait antisipasi virus corona, Batalyon B Sat Brimob Polda Aceh lakukan Sanitasi Siaga seluruh wilayah di Mako Brimob Jeulikat, Sabtu 14 Maret 2020. Komandan Batalyon AKBP Ahmad Yani kepada KBA.ONE menuturkan, kegiatan tersebut dilakukan untuk mencegah terjangkitnya virus Covid-19 yang diketahui peredarannya semakin cepat di Indonesia. Rencananya, kegiatan ini akan dilakukan setiap akhir pekan hingga kondisi membaik.
Terlihat beberapa petugas saat melakukan sanitasi siaga cegah Corona. | Foto: ist
“Kalau kurve memang dilakukan setiap hari oleh petugas piket, tapi ini memang atensi Kapolri kita langsung, jadi Sabtu dan Minggu semua turun untuk lakukan pembersihan dimulai dari wilayah mako,” ucap Yani. Yani juga menjelaskan, pembersihan dilakukan mulai dari perkarangan asrama, rumah ibadah, kantor, hingga seluruh parit yang berada di perkarangan mako. Pihaknya juga terus berupaya menerapkan pola hidup bersih, agar terhindar dari virus yang telah terinfeksi 69 warga Indonesia tersebut. “Tidak hanya corona, pembersihan ini juga bermanfaat untuk menghindari kita dari penyakit lainnya. Mulai pola hidup sehat dari lingkungan yang bersih,” tuturnya. ***

10 Cara Mencegah Penyebaran Corona Covid-19 dari WHO, Ayo Praktikkan

Penyebaran covid-19 yang begitu cepat mengindikasikan bahwa virus tersebut patut diwaspadai. Dengan total kasus lebih dari puluhan ribu di seluruh penjuru dunia, maka covid-19 menjadi musuh kita bersama. Namun, Anda tidak perlu khawatir dan panik berlebihan dalam menghadapi hal ini. Lakukan berbagai tindakan pencegahan berikut ini di manapun dan kapanpun Anda melakukan rutinitas. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Nah, melalui pedoman tersebut, berikut merupakan langkah-langkah yang dapat Anda lakukan:1 dari 10 halaman

Cuci Tangan dan Perhatikan Sanitasi

Mencuci tangan adalah salah satu hal yang mudah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus. Cara ini dinilai ampuh untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Tentu saja hal tersebut harus dilakukan dengan benar. Mencuci tangan dengan baik adalah dengan membersihkan tangan dengan air dan sabun ke seluruh bagian tangan, termasuk sela-sela jari, kuku, pergelangan tangan, punggung tangan, dan kuku. Di sisi lain, sumber air dan sanitasi patut kita perhatikan pula. Semua yang berkaitan dengan air di rumah Anda harus terjaga secara higienis dan selalu bersih.2 dari 10 halaman

Menjaga Imunitas

Dengan melakukan berbagai tindakan pencegahan di luar tubuh, maka kita juga harus memperhatikan tubuh kita sendiri. Sistem imunitas atau pertahanan tubuh kita menjadi garda terdepan dalam menangkal berbagai virus yang masuk. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan yakni dengan menjaga dan meningkatkan sistem imunitas di tubuh kita. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengonsumsi berbagai makanan dan minuman yang mengandung Vitamin C. Vitamin C dapat dengan mudah didapatkan melalui buah-buahan dan sayuran yang berwarna kuning, merah, dan oranye. Secara tidak langsung, Anda dapat banyak mengonsumsi jeruk, tomat, papaya, dan sebagainya.3 dari 10 halaman

Memilih kegiatan

Berbagai negara di dunia mengimbau warganya untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Bahkan, beberapa negara juga mengambil kebijakan untuk melakukan lockdown. Hal ini tentu akan membuat Anda memiliki banyak waktu untuk berada di rumah. Selama di rumah, Anda dapat memilih aktivitas yang dapat mengisi waktu Anda. Pilih kegiatan positif serta produktif untuk dapat Anda lakukan di rumah. Hindari jenis kegiatan yang berupa perjalanan yang menyita banyak waktu Anda. Karena hal tersebut juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penularan virus di sekitar Anda.4 dari 10 halaman

Kebersihan Rumah

Virus covid-19 dapat menempel selama beberapa jam di berbagai benda. Maka dari itu, kebersihan rumah yang menjadi tempat tinggal Anda adalah hal yang patut dijaga. Pantau kebersihan rumah Anda dengan lebih sering. Anda dapat menyemprotkan cairan disinfektan yang dapat Anda beli maupun Anda buat sendiri di rumah. Semprotkan cairan disinfektan pada perabot rumah yang sering terjadi kontak interaksi dengan manusia seperti gagang pintu, toilet, saklar lampu, meja, kursi, dan lain sebagainya. Selain dengan menyemprotkan cairan disinfektan, perhatikan pula kebersihan rumah Anda dengan menyapu, mengepel, dan membersihkan perabot rumah dari debu menggunakan cairan antiseptik.5 dari 10 halaman

Pilih Makanan Untuk Dikonsumsi

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan mengonsumsi bahan makanan yang sehat. Dikutip pada Merdeka.com, hati-hati apabila memilih daging merah untuk dikonsumsi. Daging merah harus dipastikan agar dipilih dan dimasak dengan benar. Pastikan daging yang akan dikonsumsi tersebut dimasak hingga matang dengan sempurna. Hindari mengonsumsi bahan-bahan makanan terutama daging yang dimasak tidak matang atau mentah secara langsung. Hal tersebut dapat memicu berbagai gangguan kesehatan pada tubuh Anda.6 dari 10 halaman

Praktikkan Etika Bersin dan Batuk

Memperhatikan etika bersin dan batuk adalah salah satu langkah yang dapat dilakukan. Dengan mempraktikan etika tersebut dengan baik dan benar, maka rantai penyebaran virus covid-19 dapat diminimalisir secara maksimal. Tutup hidung dan mulut dengan bagian dalam siku tangan. Penggunaan siku tangan bagian dalam tersebut direkomendasikan WHO agar meminimalisir risiko penyebaran virus yang sering menggunakan telapak tangan sebagai medianya. Namun, apabila Anda membawa tisu, Anda dapat menggunakannya kemudian membuangnya di tempat sampah. Setelah itu, cuci tangan menggunakan sabun dan air ataupun hand sanitizer.7 dari 10 halaman

Kurangi Interaksi

Covid-19 menyebar ke berbagai penjuru dunia menggunakan manusia sebagai perantara. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19 adalah dengan mengurangi interaksi secara langsung. Interaksi tersebut yakni kepada sesama manusia ataupun hewan. Kurangi interaksi dengan manusia yang pernah berpergian ke luar kota ataupun negara yang memiliki riwayat kasus penyebaran covid-19. Kurangi pula interaksi dengan binatang liar ataupun binatang peliharaan Anda. Pastikan kendang dan perabotan hewan peliharaan Anda juga steril. Beberapa binatang liar yang diduga menjadi penyebab covid-19 adalah kelelawar. Mengurangi bahkan menghindari interaksi dengan hewan mamalia dan reptil dapat menjadi salah satu cara pencegahan virus.8 dari 10 halaman

Lakukan Olahraga

Memilih olahraga sebagai kegiatan selama isolasi adalah hal yang bijak. Olahraga dapat dilakukan sendiri maupun dengan keluarga . Dengan melakukan olahraga secara rutin, sistem peredaran darah akan menjadi stabil. Selain itu, dengan menggerakkan tubuh, sistem imun yang ada di dalam tubuh juga akan meningkat. Pilih olahraga ringan yang dapat Anda lakukan di rumah. Anda dapat memilih untuk yoga, senam, renang, dan lain sebagainya. Olahraga di rumah dapat dilakukan dengan mendengarkan musik atau lagu favorit Anda. Pilih lagu atau musik yang memiliki ritme pas untuk olahraga yang sedang Anda lakukan.9 dari 10 halaman

Cukup Konsumsi Air Mineral

Imbangi segala tindakan pencegahan di atas dengan banyak mengonsumsi air mineral. Sebagian besar komposisi tubuh manusia adalah cairan. Jadi, memperbanyak konsumsi air mineral dapat memperlancar sistem peredaran darah di dalam tubuh.

Gunakan masker dan buat hand sanitizer sendiri

Covid-19 memiliki beberapa gejala yang dapat diamati. Penggunaan masker merupakan langkah antisipasi apabila seseorang dirasa memiliki gejala tersebut ataupun sedang berada pada sistem pertahanan tubuh yang rendah. Dikutip dari WHO, membuat hand sanitizer sendiri adalah salah satu hal yang direkomendasikan. Mengingat bahwa terjadi peningkatan kebutuhan terhadap benda ini, membuat WHO merilis pedoman dan tutorial untuk membuat hand sanitizer dan hand rub sendiri.

Menanggulangi Masalah Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi di Indonesia

Masalah air bersih dan sanitasi tampaknya merupakan masalah klasik yang tak kunjung usai diberantas di Indonesia. Bagaimana tidak ? Pada tahun 2011 ini, dari sekitar dua ratus jutaan penduduk Indonesia, baru 20% saja yang memiliki akses terhadap air bersih. Itu pun kebanyakan di daerah perkotaaan. Sedangkan sisanya, atau sekitar 80% rakyat Indonesia masih mengkonsumsi air yang tak layak untuk kesehatan. Hal itu dibuktikan melalui hasil penelitian dari Jim Woodcock, seorang konsultan masalah air dan sanitasi dari bank dunia, yang hasilnya adalah 100.000 bayi di Indonesia tewas setiap tahunnya yang disebabkan oleh diare, penyakit yang paling mematikan nomor dua setelah infeksi saluran pernapasan akut. Penyebab utamanya, jelas buruknya akses terhadap air bersih serta sanitasi. Di NTT (Nusa Tenggara Timur), warga harus menempuh jarak minimal sejauh 700 meter dengan lama sekitar 46 menit ditambah dengan tekstur jalanan yang mereka lalui yang tidak rata untuk memperoleh air bersih. Tentu saja hal itu sangat memprihatinkan. Selain disebabkan oleh topografi daerah tersebut, tidak adanya sistem infrastruktur yang memadai juga merupakan penyebab utama sulitnya masyarakat mengakses air bersih. Bahkan, saking langkanya air bersih, warga Pulau Sebatik di Kalimantan Timur pun kesulitan air bersih. Sampai-samapai mereka harus mengambil air bersih di daerah Tawau yang telah masuk ke dalam wilayah Malaysia. Sebenarnya di daerah tersebut telah terdapat Pipa PDAM yang dibangun pada tahun 2004. Namun kondisi sudah rusak karena tidak pernah dialiri air bersih. Langkah pertama dan yang paling mendasar di sini adalah pemerintah terus menggalakkan upaya penumbuhan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya. Hal itu sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintah melalui program PHBS, yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang mengupayakan untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Sasaran penyuluhan program ini adalah kelas IV dan V SD/sederajat. Namun, di sini, saya ingin menggarisbawahi, bahwa hendaknya penyuluhan tentang PHBS sebaiknya lebih dimulai dari dini. Bahkan sejak taman kanak-kanak pun, pemerintah harus memberikan penyuluhan juga. Mulai dari hal-hal kecil seperti mencuci tangan sebelum makan, gosok gigi dua kali sehari, dan lainnya. Sehingga, penanaman perilaku hidup sehat dapat teraplikasikan sejak anak didik berada di pendidikan dasar. PHBS seharusnya juga tidak hanya diberikan kepada anak-anak. Orang tua pun juga perlu diberi pengetahuan tentang ini. Sebab, orang tua-lah yang membentuk pribadi dan perilaku anak tersebut. Secara tidak langsung, orang tua juga menjadi pengawas bagi anak saat di rumah, apakah anak tersebut mampu melaksanakan perilaku hidup sehat ataukah tidak. Selain itu, instansi – instansi pemerintah, masyarakat, pendidikan dan lainnya juga harus diberi penyuluhan tentang ini. Dengan begitu, fasilitas di lembaga mereka tentu harus memenuhi standar, bahkan di atas standar. Misal fasilitas tempat cuci tangan yang memadai serta fasilitas MCK yang bersih dan layak