Wardah Luncurkan Produk Sanitasi, Apakah Tetap Mengandung Alkohol?

Sesuai anjuran WHO, menjaga kebersihan tangan selama pandemi Covid-19 merupakan hal yang wajib dilakukan guna terhindar dari infeksi virus corona jenis baru tersebut. Masyarakat juga disarankan rajin menjaga kebersihan benda atau permukaan yang sering disentuh mulai dari handphone, sepatu, gagang pintu, laptop, termasuk meja bekerja. Menariknya, kini muncul berbagai jenis perawatan sanitasi tangan mulai dari berbentuk semprot, sabun hingga gel. Itu juga yang coba ditawarkan oleh produsen kosmetik Wardah yang baru saja meluncurkan rangkaian produk Wardah Nature Daily Aloe Hydramild Series. Menurut Brand Manager Wardah Personal Care Nuri Handayani, Wardah Nature Daily Aloe Hydramild Hand Wash merupakan produk cuci tangan pertama yang menggunakan tea tree oil natural yang diklaim efektif membersihkan 99,9 persen kuman.
Produk hand wash dari Wardah (Dok. Wardah)
Produk hand wash dari Wardah (Dok. Wardah)
Lebih lanjut kata Nuri, produk terbaru tersebut terdiri dari 3 produk yakni hand wash, hand gel dan multifunction gel yang telah dilengkapi dengan micellar technology. Teknologi tersebut diklaim secara lembut dapat mengangkat kotoran serta memiliki kandungan aloe vera dan green tea yang menyegarkan, juga dapat menjaga kulit untuk mempertahankan kelembapan kulit secara alami. “Tak hanya itu, sebagai produk dengan antibakteri, ini juga merupakan produk pertama dengan kandungan 80 persen alkohol yang halal. Kandungan alkohol yang lebih tinggi pada produk ini berfungsi agar tetap bekerja efektif dalam kadar dosis aktif ketika kandungan alkohol menguap,” jelas Nuri dari siaran pers yang diterima Suara.com, Selasa (15/12/2020). Bersamaan dengan diluncurkannya Wardah Nature Daily Aloe Hydramild Series, Wardah mendukung inisiatif Jaga Kesehatan, Kebersihan, Keamanan (J3K) yang digagas oleh Gojek. Kolaborasi ini dilakukan untuk membantu melindungi dan memberikan rasa aman baik bagi mitra maupun pelanggan dengan menyediakan hygiene toolbox di sejumlah titik Zona Nyaman J3K yang tersebar di empat (4) kota yaitu Bekasi, Bali, Makassar dan Surabaya. Sumber : https://www.suara.com/lifestyle/2020/12/15/150854/wardah-luncurkan-produk-sanitasi-apakah-tetap-mengandung-alkohol

Dukungan Perempuan Dalam Pembangunan Air Minum dan Sanitasi di Pedesaan

Untuk meningkatkan akses penduduk pedesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi, pemerintah membuat Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Program yang sudah dimulai sejak tahun 2008 ini memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan maupun laki-laki untuk pengelolaaannya. Kesempatan untuk bisa berperan aktif dalam kegiatan program ini sangat disambut baik oleh masyarakat perempuan. Salah satunya Yuyun Yuningsih, Sekretaris Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi – KPSPAMS ‘Banjar Wijaya’ Desa Putat, Kab. Cirebon, Jawa Barat, yang merupakan Desa Pamsimas Tahun 2018. Sebelum adanya program Pamsimas, masyarakat di desa ini sangat sulit untuk mendapatkan pasokan air yang layak minum, lebih-lebih saat musim kemarau. Masyarakat selalu antri dan harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih. Kondisi ini kemudian memotivasi Yuyun untuk membantu masyarakat Desa Putat agar bisa mendapatkan pelayanan air minum dengan mudah. Dia pun berusaha untuk mengajak masyarakat di sana untuk menjalankan program Pamsimas. Dia mendekati kaum perempuan di desa itu dengan sering hadir dalam pengajian, kegiatan Posyandu, dan kegiatan-kegiatan ibu PKK lainnya. Kesabaran, kegigihan, dan keinginan kuat Yuyun dan para pengurus KPSPAMS untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap program Pamsimas pun membuahkan hasil. Masyarakat akhirnya mau berpastisipasi dalam seluruh tahapan kegiatan Pamsimas, termasuk membayar iuran. Saat ini, warga masyarakat sudah dapat menikmati air minum di rumah masing-masing dengan cukup memutar kran. Hal serupa juga ditunjukkan masyarakat perempuan di Desa Yagabur, Kec.Kelila, Kab. Mamberamo Tengah, Papua. Desa ini merupakan penerima dana Hibah Insentif Desa (HID) tahun anggaran 2020. Sumber : https://www.suara.com/bisnis/2021/04/21/094155/dukungan-perempuan-dalam-pembangunan-air-minum-dan-sanitasi-di-pedesaan

Pamsimas Ajarkan Masyarakat Berperilaku Hidup Sehat

Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan suatu hal yang sangat penting dan menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Hal ini disebabkan karena sarana untuk berperilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat pun dirasa masih sangat terbatas. Misalnya, sarana air minum dan sanitasi untuk masyarakat. Di sebagian daerah di Indonesia masih banyak ditemukan masyarakat yang menggunakan air tidak layak guna sebagai sarana air minum. Berbagai penelitian, termasuk dari United Nations Children’s Fun (Unicef), kualitas air minum dan sanitasi yang rendah menjadi sumber berkembangnya penyakit. Secara umum penyakit yang berhubungan dengan air) adalah diare, kolera, tipus, penyakit kulit, dan penyakit yang disebabkan cacing parasit. Di luar itu, masalah lain yang pernah diingatkan Prof. Nila Anfasa Muluk adalah  efek jangka panjang untuk kesehatan ibu hamil. Air yang dikonsumsi yang tidak memenuhi standar kelayakan akan berpengaruh buruk terhadap perkembangan janin dan kesehatan ibu pun terancam. Salah satu penyebab  tingginya angka kematian pada ibu adalah karena kurangnya air bersih dan sanitasi yang buruk. Seorang ibu yang mengkonsumsi air yang tidak bersih, akan lebih mudah sakit, perkembangan janin terganggu, dan risiko terburuknya adalah meninggal saat melahirkan. Jika pun ibu selamat dan anaknya lahir, anak itu pun akan rentan sakit, sehingga dapat berakibat stunting.
Petugas saat memeriksa pipa air minum. (Istimewa)
Petugas saat memeriksa pipa air minum. (Istimewa)
Berangkat dari hal tersebut, program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (Pamsimas) diprioritaskan untuk masyarakat di desa-desa yang memiliki angka stunting tinggi. Tekan Angka Diare Di Malinau, misalnya, kehadiran  Pamsimas turut berkontribusi terhadap  pengurangan stunting. Pelibatan  multisektor dalam penanganan stunting  telah membuahkan hasil dengan menjadi Juara I se-Kalimantan Utara  dalam aksi pencegahan stunting. Kemudian, berdasarkan penelitian pada 2002 di Desa Ambearjo dan Desa Klampok, Kabupaten Malang, Jawa Timur menunjukkan adanya korelasi antara sarana air bersih dan sanitasi terhadap peningkatan derajat kesehatan. Hasilnya, terdapat penurunan angka kejadian diare pada balita setelah pembangunan sarana air bersih dan sanitasi lingkungan.
Sarana air bersih di Desa  Sapala, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. (Istimewa)
Sarana air bersih di Desa Sapala, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. (Istimewa)
Di Klampok yang belum terbangun sarana air bersih dan sanitasi, terdapat 28 kejadian diare, sedangkan di Jambearjo yang sudah terbangun sarana air bersih dan sanitasi terdapat 13 kasus diare. Penurunan kejadian diare pada balita dikarenakan tersedianya air bersih, sarana untuk membuang air besar, perilaku mencuci tangan setelah buang air besar, mencuci tangan setelah membersihkan balita buang air besar, buang tinja bayi, membuang sampah dan pengetahuan kesehatan lingkungan. Sebagian besar dari semua itu terkait Pamsimas. Sumber : https://www.suara.com/bisnis/2021/11/15/181936/pamsimas-ajarkan-masyarakat-berperilaku-hidup-sehat