Wali Kota Makassar: Sebelum Matahari Terbit Lokasi Unjuk Rasa Harus Bersih Dari Sampah

Usai unjuk rasa yang berlangsung ricuh di sejumlah titik di Kota Makassar. Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto memerintahkan camat untuk melakukan pembersihan. Sampah dan batu-batu yang berserakan di jalan raya dan sekitarnya harus dibersihkan. “Sebelum matahari terbit,” ungkap Wali Kota Makassar Danny Pomanto kepada camat, Senin 11 April 2022. Camat Panakkukang Andi Pangerang Nur Akbar bersama Camat Tallo Alamsyah dan Camat Makassar Akbar Yusuf terlihat memimpin pasukan orange melakukan pembersihan di sekitar Jalan AP Pettarani dan Jalan Layang Urip Sumoharjo. Kegiatan pembersihan melibatkan puluhan petugas kebersihan ini berlangsung Mulai Pukul 01.00 hingga Pukul 03.40 Wita. Petugas kebersihan berasal dari Kecamatan Panakkukang, Tallo, dan Makassar. Sebelum subuh, kondisi ruas jalan AP Pettarani, dan sekitar Fly Over Jalan Urip Sumoharjo terlihat bersih. Petugas kebersihan dibantu Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar. Melakukan penyiraman pada jalan raya yang dipenuhi sisa-sisa pembakaran ban bekas.
Petugas kebersihan memakai seragam orange membersihkan sampah dan batu yang berserakan di depan Kampus UMI Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Selasa 12 April 2022 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Petugas kebersihan memakai seragam orange membersihkan sampah dan batu yang berserakan di depan Kampus UMI Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Selasa 12 April 2022 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
“Agar masyarakat Kota Makassar ketika keluar rumah kembali melihat jalanan bersih. Sehingga masyarakat merasa nyaman,” kata Camat Panakkukang Andi Pangerang. Aksi 11 April di Kota Makassar digelar oleh ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Makassar. Mahasiswa menggelar aksi di sejumlah titik. Kemudian berjalan kaki menuju pusat aksi di DPRD Sulawesi Selatan. Akibat aksi, sejumlah mahasiswa dilaporkan ditangkap polisi. Sumber : https://sulsel.suara.com/read/2022/04/12/050716/wali-kota-makassar-sebelum-matahari-terbit-lokasi-unjuk-rasa-harus-bersih-dari-sampah?medium=TopNews&campaign=TopNews_click_1

Masyarakat Peduli Lingkungan, Sayangkan Ada Sampah Medis di Area Jembatan Wae Jejor, Manggarai

Warga masyarakat peduli lingkungan yang berdomisili tidak jauh dari Jembatan Wae Jejor, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur menggelar aksi pungut sampah yang tampak berserakkan di area jembatan tersebut pada Sabtu 9 April 2022. Ferdinandus Sunarto, seorang warga yang terlibat aktif dalam aksi tersebut kepada Floresku.com menjelaskan bahwa aksi pungut sampah yang dilakukan oleh sejumlah remaja dan orang tua di area jembatan Wae Jejor merupakan sebuah aksi spontanitas yang lahir karena keprihatinannya dengan kondisi sampah yang tampak berserakkan di area tersebut. Lebih dari itu, lanjut Ferdinandus, aksi pungut sampah tersebut juga dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk tetap merawat dan menjaga kebersihan lingkungan sekitat agar tetap bersih dan indah. “Apalagi jembatan Wae Jejor ini berada di jalur Trans Flores dan menjadi jalur utama menuju destinasi premium Labuan Bajo dari arah timur adik. Karena itu, tentunya jalur ini tidak hanya dilewati oleh orang Manggarai saja tetapi juga orang-orang dari luar Manggarai dan bahkan wisatawan dari luar negri adik. Dan ketika kita bicara tentang pariwisata tentunya tidak bisa terlepas dari persoalan sampah. Kita tidak bisa hanya fokus di objek wisatanya saja tetapi jalan masuknya juga harus kita buat cantik,” ungkap pria yang biasa disapa Ferdy tersebut.
Jurnalis Floresku.com ikut dalam aksi membersihkan sampah di area Jembatan Wae Jejor.
Lebih lanjut Ferdinandus mengatakan bahwa sampah adalah persoalan bersama yang menuntut tanggung jawab dari setiap orang, tidak hanyak pemerintah. Hal itu, lanjut Ferdinandus, bisa kita mulai dari cara yang sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti halnya membuang sampah pada tempatnya. “Jadi, sebetulnya persoalan sampah inj bukan hanya tugas dari pemerintah saja. Sebaliknya, kita semua punya tanggungjawab untuk menjaga kebersihan dan mencari solusi yang terbaik dalam mengatasi masalah ini. Hal itu bisa kita mulai dari cara-cara yang paling sederhana seperti halnya membuang sampah pada tempatnya, termasuk sampah plastik dan juga sampah rumah rumah tangga. Dan kebiasaan hidup seperti itu harus mulai kita tanam dalam diri sehingga menjadi suatu kebiasaan yang akan selalu kita bawa kemanapun kita pergi,” ungkap Ferdinandus. Sayangkan Keberadaan Sampah Medis Dikatakan Ferdinandus lebih jauh bahwa dirinya sangat menyayangkan ketika ditemukan ada sampah medis yang terbuang begitu saja di area Jembatan Wae Jejor. Menurut sia, seharusnya sampah medis ditangani seecara khusus dan tidak boleh dibuang secara sembarangan, karena dapat menimbulkan dampak yang berbayaha bagi lingkungan hidup.
“Sampah yang kami pungut didominasi oleh bahan plastik berupa bekas botol air minum kemasan dan pampers bayi. Namun sangat disayangkan ketika kita temukan juga bahwa ada sampah medis di area jembatan Wae Jejor. Harusnya kan tidak harus dibuang di sini (jembatan Wae Jejor, red) mengingat sampah medis itu dihasilkan di tempat tertentu dan sangat berbahaya juga jika tidak ditangani secara khusus dan tidak dibuang pada tempatnya,” ungkap Ferdinandus. Ferdinandus menambahkan, sampah plastik adalah salah satu jenis sampah yang susah diuraikan. Oeh karena itu, semua pihak mesti mencegah agar sampah plastik yang ada tidak terbawa aliran air hingga menuju ke lautan luas. “Seperti yang kita ketahui bahwa sampah plastik itu susah diuraikan. Jadi, kita cegah supaya sampah plastik ini tidak terbawa aliran air sungai menuju laut karena akan menimbulkan persoalan baru, yaitu: merusak ekosistem laut,” cetusnya. Ketika ditanyai terkait jumlah sampah yang berhasil dipungutnya bersama sejumlah remaja di area jembatan Wae Jejor, Ferdinandus menyebutkan bahwa jumlah sampah yang dikumpulkannya sebanyak 1,2 ton. “Tadi jumlah sampah yang berhasil kami pungut itu sebanyak 1,2 ton. Itupun ada yang belum diangkat karena tenaga yang terbatas, dan jumlah karung yang tidak banyak,” tambahnya. Mengakhiri pembicaraannya, Ferdinandus menyampaikan harapannya agar semua pihak, termasuk Pemda Manggarai bisa turut aktif dan proaktif dalam mengatasi sampah, termasuk di lingkungan masing-masing. “Kita sangat mengharapkan keterlibatan semua pihak untuk turun tangan dan proaktif dalam mengatasi dan membersihkan sampah yanh ada di lingkungan masing-masing. Dan untuk Pemda Manggarai, khususnya dinas terkait bisa mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini. Lebih dari itu, kami berharap supaya pelaku pembuang sampah disana harus ditindak tegas biar ada efek jera. Kami juga akan tetap pantau di sana serta memasang papan larangan membuang sampah di sana,” tegas Ferdinandus. (Jivansi). Sumber : https://floresku.com/read/masyarakat-peduli-lingkungan-sayangkan-ada-sampah-medis-di-area-jembatan-wae-jejor-manggarai

Bantu Perbaikan Sanitasi Warga, BUMN Surveyor Indonesia Salurkan TJSL di Solo

BUMN PT Surveyor Indonesia (PTSI) melalui gerakan Surveyor Indonesia Peduli kembali memberikan bantuan perbaikan sanitasi dan sembako kepada warga di kecamatan Laweyan, Solo. Hal ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk menjaga, meningkatkan taraf hidup dan melindungi lingkungan hidup PTSI. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTSI Rosmanidar Zulkifli mengungkapkan, kegiatan TJSL mendukung strategi bisnis berkelanjutan serta bentuk kepedulian dari PT Surveyor Indonesia kepada masyarakat yang rentan dan terdampak. “Ketersediaan sanitasi dan air bersih merupakan salah satu tujuan dalam SDGs (Sustainable Development Goals) yang align dengan program-program TJSL PTSI, sekaligus bentuk realisasi Berbagi Manfaat Bersama (Creating Shared Value) bagi masyarakat,” ujar Rosmanidar dalam keterangan pers, Senin (28/3/22). Bantuan tersebut diserahkan oleh Rosmanidar Zulkifli kepada camat Laweyan Endang Sabar Widiasih. Dalam kesempatan yang sama, Endang turut mengungkapkan apresiasi terhadap bantuan yang diberikan PTSI kepada warga Laweyan. “Kami berharap kegiatan pemberian bantuan seperti ini dapat diselenggarakan di wilayah-wilayah lain di penjuru tanah air,” ujar Endang saat menerima secara simbolis bantuan perbaikan sanitasi serta bantuan 200 paket sembako untuk enam kelurahan di Laweyan. Menyambung pernyataan tersebut, selama satu tahun terakhir, kata Rosmanidar, gerakan Surveyor Indonesia Peduli telah terlibat dalam berbagai macam kegiatan sosial di tanah air dengan biaya total sekitar Rp2,8 miliar. “Beberapa kegiatan tersebut yakni, pembangunan sarana air bersih dan layak minum di daerah Desa Cipetir, Sukabumi (Jawa Barat) dan Desa Papagarang (Nusa Tenggara Timur),” tambah Rosmanidar. Sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/726589/34/bantu-perbaikan-sanitasi-warga-bumn-surveyor-indonesia-salurkan-tjsl-di-solo-1648501418