Peduli Kebersihan Lingkungan, Anggota Koramil Talun Blitar Bersama Warga Gelar Kerja Bakti

Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan agar tetap kelihatan bersih dan asri, anggota Koramil Tipe B 0808/16 Talun Kodim 0808/Blitar, bersama warga masyarakat menggelar kerja bakti pembersihan lingkungan di Desa Wonorejo Kec.Talun Kab. Blitar, Sabtu (2/4/2022 ). Kegiatan kerja bakti yang di laksanakan oleh anggota Koramil Tipe B 0808/16 Talun bersama warga masyarakat di Desa Wonorejo ini, merupakan salah satu contoh budaya gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas bagi warga masyarakat pedesaan. Kegiatan tersebut dilakukan secara bersama-sama, dengan tujuan untuk menjalin kekompakan, kebersamaan agar kemanunggalan TNI dan rakyat, tetap terjaga dengan baik. Menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat sangat tepat sekali, terutama saat musim penghujan yang rawan menyebabkan timbulnya penyakit. Danramil Tipe B 0808/16 Talun Kodim 0808/Blitar Kapten Arh Kusdiarto saat ditemui mengatakan, bahwa kegiatan kerja bakti ini bertujuan juga untuk memelihara hubungan yang lebih baik lagi dengan warga di wilayah. Serta hal ini juga dapat mempererat hubungan silaturahmi dan kerja sama antara anggota dengan warga masyarakat. “Dengan adanya kerja bakti bersama ini, harapannya membuat kesadaran warga masyarakat semakin tinggi, serta dapat meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Dim0808) Sumber : https://www.nusantaraterkini.com/peduli-kebersihan-lingkungan-anggota-koramil-talun-blitar-bersama-warga-gelar-kerja-bakti

Menjaga Kebersihan Lingkungan

Lingkungan yang bersih dan yang terjaga dengan baik tetunya membuat kita akan merasa nyaman serta terhindar dari berbagai penyakit. kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja serta berbagai sarana umum lainnya. di Indonesia sendiri masalah dari kebersihan lingkungan ini sendiri menjadi fokus utama, kasus yang menyangkut kebersihan lingkungan selalu meningkat disetiap tahunnya. masalah tersebut di karenakan masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih dan nyaman. Berbagai penyakit seperti penyakit pernafasan, demam berdarah, penyakit kulit, penyakit pencernaan dan diare serta penyakit lainnya tidak bisa dihindari lagi diakibatkan lingkungan yang kotor dan tidak terawat. adapun cara untuk menjaga kebersihan lingkungan diantaranya adalah:
  1. Hindari Membakar Sampah
Membakar sampah dapat menyebabkan melepaskan bahan-bahan yang berbahaya seperti formaldehida, arsenik, karbonmonoksida, dan furan. Dampaknya akan terasa pada masyarakat yang berada disekitar pembakaran dimana masyarakat akan terpapar penyakit paru-paru. Beberapa zat sisa pembakaran sampah juga dapat tetap tinggal dalam jangka waktu yang lama disekitar pembakaran selain didalam tanah juga bisa berupa debu yang dapat berterbangan ke dalam rumah warga lainnya. Sampah dapat dikelolah secara benar dengan cara: Bank Sampah Bank sampah dapat menerima beberapa jenis sampah untuk didaur ulang seperti koran, kareng, botol kemasan limbah rumah tangga, plastik bening, botol kaca, barang elektronik, dan tembaga. Kompos Sampah yang berasal dari hasil dapur dapat di olah menjadi kompos dan bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman. Sumber : https://www.kompasiana.com/yoel23/6247f24a95105110e566a194/menjaga-kebersihan-lingkungan

Cegah Penyakit Demam Berdarah, Lapas Semarang Cek Kebersihan dari Jentik Nyamuk di Blok Hunian

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang terus memberikan pelayanan yang maksimal terutama kesehatan kepada warga binaan atau napi yang kini tengah menjalani masa hukuman di blok hunian lapas. Salah satunya mencegah penyakit demam berdarah. Demi mewujudkan hal itu, Lapas Semarang menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kebersihan dari jentik nyamuk di area blok hunian, Sabtu (9/4/2022). Pemeriksaan ini dilakukan Tim Dokter Klinik Pratama Lapas Semarang dan Tim Medis dari Puskesmas Kecamatan Ngaliyan. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan jentik nyamuk di kamar mandi blok hunian narapidana, tempat penampungan air seperti bak, ember dan tandon serta saluran air yang memungkinkan ada genangan air untuk perkembangbiakan nyamuk.
Kalapas Semarang, Tri Saptono Sambudji menerangkan bahwa pelaksanaan pemeriksaan jentik nyamuk ini selain untuk mencegah adanya penyakit demam berdarah di dalam Lapas, juga turut memberikan pembelajaran kepada warga binaan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Pengecekan jentik nyamuk sangat penting supaya warga binaan terhindar dari berbagai penyakit mengingat demam berdarah pernah menjadi salah satu penyakit yang mematikan, serta menyadarkan supaya lebih menjaga kebersihan terutama dalam hal penyimpanan air,” ujar Tri Saptono. “Alhamdulillah hasilnya secara umum sudah baik. Sebagian besar kamar hunian yang diperiksa sudah cukup bersih dan tidak ditemukan jentik nyamuk,” lanjutnya. Kalapas berharap agar warga binaan dapat turut serta untuk menjadi pelaku kesehatan dalam memberikan edukasi kepada sesama rekannya terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Hal itu dilakukan agar mampu menumbuhkan kesadaran bagi seluruh warga binaan untuk dapat bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar dan menciptakan komunitas yang sehat dan bahagia. Sementara Tim Medis Puskesmas Ngaliyan, Malika Puspahadi menyampaikan bahwa jika terdapat jentik nyamuk di permukaan air harus segera dibuang. Menurutnya, jentik nyamuk biasanya akan muncul pada permukaan air untuk bernafas dan itu harus segera dikuras. Untuk pemberantasan jentik ini bisa lakukan berbagai cara, salah satunya adalah menaburkan bubuk abate (abateisasi) dan menerapkan 3M yaitu menguras, menutup dan mengubur. “Menghilangkan jentik-jentik nyamuk itu lebih mudah daripada mengendalikan saat sudah menjadi nyamuk dewasa. Nyamuk Aedes aegypti dapat berkembang biak di genangan air yang bersih di sekitar lingkungan kita,” papar Malika. Sumber : https://halosemarang.id/cegah-penyakit-demam-berdarah-lapas-semarang-cek-kebersihan-dari-jentik-nyamuk-di-blok-hunian