Jaga Kebersihan Lingkungan, Kelurahan Pademangan Timur Ajak Warga RW 08 Ikuti Jumat Bersih

Kelurahan Pademangan Timur menggelar kegiatan Jumat Bersih di Jalan Pademangan V, RW 08, Jumat (16/10). Kegiatan yang dilakukan sebelum sholat Jumat ini dilakukan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Lurah Pademangan Timur Bambang Mulyanto mengatakan kegiatan Jumat Bersih ini melibatkan sebanyak 57 orang.”Selain petugas PPSU sebanyak 30 orang, ASN Kelurahan Pademangan Timur 7 orang, Satpol PP 10 orang dan SDA 10 orang, kami juga dibantu masyarakat sekitar seperti RT, RW dan LMK,” katanya. Bambang menerangkan pada kegiatan Jumat Bersih ini pihaknya melakukan pembersihan sampah dan penopingan pohon.”Maksud dan tujuan kegiatan ini untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, sehingga masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang bersih dan nyaman,” terangnya. Bambang menambahkan keikutsertaan masyarakat RW 08 bertujuan membangun kesadaran masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggalnya.”Kegiatan Jumat Bersih ini merupakan rangsangan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, untuk menuju keluarga yang lebih sehat. Harapannya mereka juga dapat memiliki agenda sendiri yang terjadwal untuk dapat melakukan kegiatan serupa,” tuturnya. Sumber : https://utara.jakarta.go.id/Jaga-Kebersihan-Lingkungan-Kelurahan-Pademangan-Timur-Ajak-Warga-RW-08-Ikuti-Jumat-Bersih

KEBERSIHAN LINGKUNGAN : TPS Liar Ganggu Kenyamanan Pengguna Jalan

Kebersihan lingkungan di Pabelan, Kartasura terganggu oleh TPS liar di Jl. Ahmad Yani. Solopos.com, SUKOHARJO – Sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) liar di wilayah Kecamatan Kartasura dikeluhkan warga setempat dan pengguna jalan. Mereka tak tahan dengan bau tak sedap yang berasal dari tumpukan sampah. Pantauan solopos.com, Selasa (15/5/2015), TPS liar muncul di pinggir ruas jalan yang menghubungkan Jln Slamet Riyadi dan Jl. Ahmad Yani tepatnya di Desa Pabelan, Kartasura. Tumpukan sampah menggunung di pinggir jalan. Saking banyaknya, tumpukan sampah meluber ke bahu jalan. Tak ayal, kondisi ini mengganggu kenyamanan para pengguna kendaraan bermotor dan warga setempat. Para pengguna jalan yang melewati lokasi TPS harus menutup hidung lantaran bau tak sedap yang ditimbulkan tumpukan sampah. “Saya risih saat melewati lokasi TPS liar karena bau tak sedap di sekitar lokasi TPS liar,” kata seorang pengendara sepeda motor, Iwan Setiawan, 32, warga Kelurahan Ngadirejo, Kartasura, saat ditemui solopos.com, di sekitar lokasi TPS liar, Selasa. Menurut Iwan, saat terjadi hujan lebat, tumpukan sampah berceceran di bahu jalan. Sampah plastik dan rumah tangga bercampur yang menimbulkan bau tak sedap. Untungnya, lokasi TPS liar itu jauh dari permukiman penduduk. Lokasi TPS ilegal itu berada tak jauh dari lahan pertanian milik warga setempat. Lantaran muncul bau tak sedap, para pengguna jalan jarang melewati jalan penghubung yang terdapat TPS liar. Mereka memilih melewati jalan lainnya yang menghubungkan Jln Slamet Riyadi dan Jln Ahmad Yani. “Kalau siang masih mending, ada pengendara sepeda motor yang melewati lokasi TPS liar. Nah, kalau malam jarang pengguna jalan yang melewati lokasi TPS liar itu,” ujar dia. Seorang warga Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Narimo, 38, mengatakan mayoritas pembuang sampah berasal dari luar Desa Pabelan. Biasanya, mereka membuang sampah saat kondisi jalan sepi pada malam hari. Para pembuang sampah mengendarai sepeda motor dan langsung membuang berbagai sampah rumah tangga. Dia menceritakan tetangga rumahnya pernah memergoki pengendara sepeda motor yang membuang sampah di TPS liar. Saat itu, pengendara sepeda motor itu langsung memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. “Warga kesulitan mengawasi karena pengendara sepeda motor membuang sampah pada malam hari. Mereka bukan warga sini [Desa Pabelan], saya jamin. TPS liar itu muncul sejak dua tahun terakhir,” papar dia. Dia meminta instansi terkait agar memasang papan peringatan di sekitar lokasi TPS liar. Sehingga masyarakat mengetahui larangan membuang sampah sembarangan. Masyarakat harus membuang sampah di TPS di sekitar wilayahnya masing-masing. Di sisi lain, saat dimintai konfirmasi, Kepala UPTD Persampahan DPU Sukoharjo, Sartono, enggan berkomentar ihwal munculnya TPS liar di Kartasura. “Maaf ya saya hanya bawahan, no coment,” kata dia. Sumber : https://www.solopos.com/kebersihan-lingkungan-tps-liar-ganggu-kenyamanan-pengguna-jalan-701177?utm_source=terkini_desktop

Bobby Nasution Perkuat Edukasi Atasi Masalah Sampah

Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam menjalankan program kebersihan juga memperkuat edukasi kepada masyarakat. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini sekaligus memacu serta mendorong kecamatan lain untuk mengikuti konsep kawasan bersih yang telah dicanangkan lewat Surat Keputusan (SK) Wali Kota Medan No. 658.5/31.K/VIII/2021 tentang Lokasi Percontohan Kawasan Bebas Bersih di Kota Medan Tahun 2021. Sosialisasi dan edukasi yang dilakukan Bobby menjadi penggerak bagi kecamatan lain untuk mewujudkan kawasan bersih dengan rutin bergotong royong. Selain itu, partisipasi dan kesadaran masyarakat juga meningkat. Salah satunya yang ditunjukkan warga Kampung Sejahtera dengan membentuk Tim Patroli Sungai (TPS) yang diinisiasi Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS). Kehadiran TPS ini sangat membantu Pemko Medan yang saat ini tengah fokus melakukan pembersihan dan penataan sungai. Bobby menyampaikan apresiasi atas terbentuknya TPS. Ini sebagai bukti bahwa masyarakat secara sadar telah memahami akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus wujud dukungan terhadap suksesi program Kawasan Bersih yang dicanangkan.
Wali Kota Medan Bobby Nasution. [Ist]
Wali Kota Medan Bobby Nasution. [Ist]
Untuk itu, Bobby Nasution mengajak semua pihak untuk berkolaborasi, termasuk dalam penataan sungai sehingga dapat mempercepat program pemerintah ke depannya. “Kegiatan yang dilakukan P3KS dengan membentuk TPS membuktikan peran masyarakat sudah mulai aktif, bahkan masyarakat di sini sendiri yang meminta pemerintah untuk langsung masuk ke salah satu lokasi yang selama ini dikenal dengan pandangan kurang baik,” kata Bobby baru-baru ini. Bobby mengatakan, masyarakat berharap agar Pemkot Medan ikut mengubah image kurang baik menjadi baik sekaligus mensejahterakan kehidupan mereka dari sisi ekonomi. “Kita (Pemkot Medan) akan mensupport apa yang menjadi masukan masyarakat, termasuk dari P3KS,” kata Bobby. Ketua P3KS Aminurasid mengaku, upaya dan inisiasi yang dilakukan untuk mendukung sekaligus sejalan dengan semangat Bobby Nasution untuk mewujudkan kebersihan, termasuk kebersihan sungai. Sumber : https://sumut.suara.com/read/2021/11/23/003500/bobby-nasution-perkuat-edukasi-atasi-masalah-sampah