Cara Unik Iriana Jokowi Sosialisasikan Hidup Sehat

Jakarta: Ibu Negera Iriana Joko Widodo punya cara unik menyosialisasikan gaya hidup sehat dan sanitasi. Iriana tak memilih seminar atau pidato, tetapi melalui kuis. Iriana berbagi pentingnya mengurangi sampah plastik dan mengubahnya menjadi nilai ekonomis di hadapan sekitar 800 peserta. Kuis ini berhadiah sepeda, kompor gas, magic jar, dan mixer. “Pertanyaannya, berapa lama plastik bisa terurai di alam?” tanya Iriana dalam sosialisasi di Aula Grup-1 Kopassus, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten, Senin, 24 Februari 2020 Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
  • Happy
  • Inspire
  • Confuse
  • Sad
Satu peserta berhasil menjawab pertanyaan itu. Para peserta juga dikenalkan dengan tiga maskot yang menjadi logo Gerakan Indonesia Bersih. Ketiganya, Meta, Amboi, dan Gurano.
Cara Unik Iriana Jokowi Sosialisasikan Hidup Sehat
Ibu Negera Iriana Joko Widodo sosialisasi gaya hidup sehat dan sanitasi. Foto: Biro Pers  Iriana meninjau stan PT Pegadaian (Persero) yang menampilkan program memilah sampah menabung emas atau The Gade Clean and Gold usai dialog. Program tersebut bertujuan mengajak masyarakat berinvestasi sekaligus mencintai lingkungan. Masyarakat diarahkan memilah sampah dan menjualnya melalui bank sampah binaan. Nilai hasil sampah inilah yang kemudian akan dikonversi menjadi tabungan emas. Acara itu dihadiri pula istri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Wury Ma’ruf Amin; istri Gubernur Banten Wahidin Halim, Niniek Nuraini; dan para istri menteri yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM). Sumber : https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/5b2XYvdK-cara-unik-iriana-jokowi-sosialisasikan-hidup-sehat

Pemakaian Air Naik Drastis saat Pandemi Covid-19

Jakarta: Pemakaian air untuk kebutuhan sehari-hari meningkat drastis di masa pandemi covid-19. Penyebabnya, masyarakat paranoid dengan covid-19. Hasil studi Indonesia Water Institute (IWI) menyebutkan masyarakat mencuci tangan lima hingga 10 kali per hari di masa pandemi. Persentase aktivitas mencuci tangan mencapai 58 hingga 82 persen. Aktivitas mandi juga meningkat di masa pandemi covid-19. Satu orang bisa mandi tiga hingga enam kali dalam sehari. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
  • Happy
  • Inspire
  • Confuse
  • Sad
“Ini mengejutkan kami sendiri. Memang ada masyarakat yang cuci tangan setiap jam sekali karena ketakutan,” ujar pemimpin IWI Firdaus Ali dalam keterangan tertulis, Sabtu, 13 Februari 2021. Firdaus merasa beruntung pernah meneliti tingkat konsumsi air bersih di masyarakat pada 2013. Hasil penelitian itu kini bisa dibandingkan dengan tingkat konsumsi air di 2020. Hasil penelitian awal yang dilakukan pada Oktober-November 2020, menunjukkan ada peningkatan pola konsumsi air masyarakat di masa pandemi hingga tiga kali lipat. Kebutuhan air untuk mencuci tangan bertambah 50 liter per hari bagi keluarga dengan lima anggota keluarga, jika diasumsikan cuci tangan lebih dari lima kali dalam sehari. “Hampir sebagian dari mereka paranoid, dan ketakutan sehingga mencuci tangan lebih dari lima kali sehari,” ujar dia. Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut membandingkan data tersebut dengan penelitian di 2013. Terjadi peningkatan pada kebutuhan air untuk mandi dari 50-70 liter menjadi 150-210 liter per orang tiap harinya. Pola yang sama terjadi pada aktivitas mencuci tangan, yakni dari 4-5 liter menjadi 20-25 liter per orang tiap hari. Penelitian tersebut melibatkan 1.296 responden yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebanyak 52 persen dari responden mendapatkan kebutuhan air perpipaan dan sisanya menggunakan sumber air alternatif lain. Sumber : https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/Gbmql1Ob-pemakaian-air-naik-drastis-saat-pandemi-covid-19

Wapres Akui Kenaikan Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak Tidak Signifikan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
  • Happy
  • Inspire
  • Confuse
  • Sad
Ma’ruf mendesak instansi terkait meningkatkan kinerjanya sehingga mencapai target yang sudah ditetapkan. Ketersediaan air minum dan sanitasi layak berkaitan dengan program pengentasan stunting di Indonesia. Saat membuka Asia International Water Week ke-2 pekan lalu, Ma’ruf menekankan tersedianya air bersih dan sanitasi bagi ibu hamil, bayi, dan balita akan berdampak 70 persen pada upaya penanganan stunting. “Oleh karena itu, peningkatan akses air minum dan sanitasi sewajarnya menjadi prioritas dalam skema besar percepatan penurunan stunting,” jelasnya. Prevalensi stunting di Indonesia saat ini tercatat di angka 24,4 persen. Sementara pemerintah menargetkan stunting turun hingga 14 persen pada 2024. “Artinya, sekitar dua tahun ke depan, kita harus bisa menurunkan prevalensi stunting hingga lebih dari 10 persen,” ungkap Ma’ruf. Menurut dia, permasalahan stunting mendesak untuk diatasi karena kerugian yang ditimbulkannya tidak sedikit. Terkait kualitas SDM, stunting menyebabkan penurunan kecerdasan dan kemampuan kognitif, serta terganggunya metabolisme tubuh yang akan menurunkan produktivitas di masa depan. Selain itu, berdasarkan kajian Bank Dunia, kerugian ekonomi akibat stunting dan kekurangan gizi lainnya sebesar 2-3 persen terhadap total PDB. Sumber : https://www.medcom.id/nasional/politik/Zkev12PK-wapres-akui-kenaikan-akses-air-bersih-dan-sanitasi-layak-tidak-signifikan