Pundi Amal Salurkan Sanitasi Gratis bagi Warga Tangerang

Meski berada di dekat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, namun kehidupan warga di Kecamatan Teluk Naga, Tangerang, Banten, nyaris jauh dari selayaknya atau tidak sehat. Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Kamis (21/1/2016), sebagain besar warganya bahkan tidak memiliki jamban. Semua aktivitas warganya dilakukan di sungai, mandi cuci dan kakus (MCK) dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Kehidupan yang sangat sederhana dan tidak sehat ini harus dijalani warganya bertahun-tahun. Namun kini mereka sudah dapat merasakan kehidupan lebih sehat setelah Pundi Amal SCTV, Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene (IUWASH) dan United State Agency for International Development (USAID) mewujutkan impian mereka memiliki saluran sanitasi. Seperti Wasni, wanita ini merasa sedikit lega, setidaknya hidup sehat mulai bisa di jalani. Keluarga Nurjaya juga memiliki pengalaman sendiri bagaimana repotnya jika akan membuang hajat, ia harus mencari sungai terdekat. Keadaan ini bertambah merepotkan ketika Nurjaya menderita tumor sehingga cukup merepotkan jika harus ke sungai. Kini ia tidak perlu repot lagi mencari sungai, Pundi Amal SCTV menyediakan jamban di rumahnya. Melalui Pilar Pengembangan Lingkungan, Pundi Amal SCTV akan terus berbagi dan menularkan gaya hidup sehat dengan ikut membangun lingkungan yang sehat. Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/2417056/video-pundi-amal-salurkan-sanitasi-gratis-bagi-warga-tangerang

Pundi Amal Salurkan Sanitasi Gratis bagi Warga Tangerang

Meski berada di dekat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, namun kehidupan warga di Kecamatan Teluk Naga, Tangerang, Banten, nyaris jauh dari selayaknya atau tidak sehat. Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Kamis (21/1/2016), sebagain besar warganya bahkan tidak memiliki jamban. Semua aktivitas warganya dilakukan di sungai, mandi cuci dan kakus (MCK) dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Kehidupan yang sangat sederhana dan tidak sehat ini harus dijalani warganya bertahun-tahun. Namun kini mereka sudah dapat merasakan kehidupan lebih sehat setelah Pundi Amal SCTV, Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene (IUWASH) dan United State Agency for International Development (USAID) mewujutkan impian mereka memiliki saluran sanitasi. Seperti Wasni, wanita ini merasa sedikit lega, setidaknya hidup sehat mulai bisa di jalani. Keluarga Nurjaya juga memiliki pengalaman sendiri bagaimana repotnya jika akan membuang hajat, ia harus mencari sungai terdekat. Keadaan ini bertambah merepotkan ketika Nurjaya menderita tumor sehingga cukup merepotkan jika harus ke sungai. Kini ia tidak perlu repot lagi mencari sungai, Pundi Amal SCTV menyediakan jamban di rumahnya. Melalui Pilar Pengembangan Lingkungan, Pundi Amal SCTV akan terus berbagi dan menularkan gaya hidup sehat dengan ikut membangun lingkungan yang sehat. Sumber : https://www.liputan6.com/news/read/2417056/video-pundi-amal-salurkan-sanitasi-gratis-bagi-warga-tangerang

Buset, Mayoritas Warga Balikpapan Belum Punya Jamban

Mayoritas masyarakat di kelurahan Balikpapan Kalimantan Timur belum punya jamban sehat. Terdapat 20 kelurahan Balikpapan yang sebagian warganya masih buang hajat sembarangan. “Mereka mayoritas merupakan kelompok warga di wilayah pesisir atau atas air,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarti, Selasa (7/1/2020). Kota Balikpapan berpenduduk sekitar 600 ribu jiwa tersebar di 34 kelurahan. Pendataan terbaru menunjukan hanya 14 kelurahan setempat  yang memiliki jamban sehat. “14 kelurahan yang sudah prilaku hidup sehat  dan memiliki jamban sehat,” ujarnya. Sedangkan sisanya sebanyak 20 kelurahan, menurut Juliarti merupakan kelompok warga berprofesi nelayan. Kelompok masyarakat ini memilih bertempat tinggal sepanjang pantai Balikpapan. “Kami kesulitan membantu pembuatan jamban sehat di kawasan pantai,” papar Juliarti. Juliarti mencontohkan sejumlah perkampungan atas air nelayan yang tidak memiliki sistem sanitasi memadai. Ia pun mencontohkan perkampungan nelayan di Kelurahan Margomulyo, Baru Ulu maupun Klandasan Ilir dimana warganya membuang hajat sembarangan. “Karena secara geografis kita kesulitan, seperti masyarakat pesisir itu kita agak sulit harus memakai tekhnologi,” ujarnya. Meskipun demikian, Juliarti mengaku tetap berupaya mensosialisasikan pemanfaatan jamban sehat masyarakat. Pemkot Balikpapan menggandeng pelbagai pihak berkepentingan; kementerian, Kodam Mulawarman, hingga perusahaan di Balikpapan. “Secara bertahap kita mencoba memenuhi ini. Semua kelurahan harus bebas dari prilaku buang air bersih sembarangan,” ujarnya. Pemkot Balikpapan berkonsentrasi penataan lokasi kawasan kumuh sepanjang pantai dan sungai. Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran Rp 25 miliar guna pembenahan area kumuh di Manggar. ”Penataan di Manggar Baru akan dilanjutkan juga tahun ini. Salah satunya pembuatan jembatan,” papar Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Balikpapan Ketut Astana. Penataan kawasan kumuh itu diklaim signifikan memangkas lokasi kumuh Balikpapan. Ketut memperkirakan kawasan kumuh Balikpapan tersisa hanya 20 hektare. “Ada penurunan secara bertahap jumlah lokasi kumuh Balikpapan,” ungkapnya. Ketut mengungkapkan kawasan kumuh ini tersebar di 12 kelurahan Balikpapan. Luasan kawasan kumuh menyusut drastis dibandingkan pendataan 2014 silam seluas 282 hektare. “2014 luasnya 282 hektare, menurun jadi 224 hektare di 2017, dan 58 hektare di 2018 lalu,” paparnya. Penataan kawasan kumuh terjadi di bantaran Sungai Ampal, Kelurahan Damai hingga Manggar. Pemerintah daerah mengkolaborasikan anggaran kota, provinsi, pusat hingga program CSR swasta. “Balikpapan alokasikan tahun lalu Rp 3 miliar. Sedangkan Pemprov Kaltim bertahap membantu penataan kawasan kumuh alokasi Rp 19 miliar,” tutur Ketut. Lokasi kawasan kumuh Balikpapan rencananya dilengkapi pelbagai sarana seperti jembatan, jalan setapak berikut ruang terbuka hijau. Lokasinya menjadi tempat rekreasi, olahraga, dan ruang publik warga Balikpapan. Sumber : https://www.liputan6.com/regional/read/4150366/buset-mayoritas-warga-balikpapan-belum-punya-jamban