Jamban Sehat Dian Desa

Jamban Sehat Dian Desa hadir untuk menjadi salah satu solusi atas masalah sanitasi. Jamban Sehat Dian Desa dirancang sedemikian rupa sesuai dengan kondisi geografis, alam, sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Material jamban terbuat dari bahan-bahan yang ringan, kuat serta tahan lama. KEUNGGULAN. Material berkualitas, ringan dan tahan lama; Mudah dipasang; Cocok di kawasan pegunungan maupun pesisir pantai; Dapat dipindah-pindah; Bersih, aman dan sehat; Mudah dibersihkan; Memenuhi standar kesehatan; Bebas biaya pasang dan transportasi. SEPTIK TANK JAMBANSekilas terlihat bahwa septik tank ini kecil dan cepat penuh namun sebenarnya septik tank ini merupakan tempat proses pengolahan kotoran. Terdiri dari 2 bilik. Bilik pertama merupakan ruang yang menampung kotoran dari jamban. Di bilik ini, kotoran akan terolah oleh bakteri-bakteri yang ada selama lebih kurang 18 jam kemudian terhancurkan lalu akan masuk ke bilik berikutnya. Kotoran tidak lagi seperti yang sebelumnya dan sudah hancur. Dengan proses yang sama kotoran akan terurai lagi dan akan terbuang ke lubang peresapan dalam bentuk air dan sudah aman terhadap lingkungan. PENGGUNAAN DAN PEMILIHAN MATERIAL KELAS SATU GUNA MENJAMIN MASA PAKAI YANG PANJANG. Jamban Sehat DD menggunakan bahan alumunium pada keseluruhan kerangkanya sehingga kerangka akan tahan lama dan bebas karat.
Sedangkan untuk lantai, Jamban Dian Desa (JDD) menggunakan material khusus yang tidak licin apabila terkena air sehingga meminimalkan kecelakaan pada waktu penggunaan (terpeleset). Material dinding juga dipilih menggunakan bahan yang memiliki ketahanan terhadap sinar UV matahari. FRAME ALUMINIUM. Seluruh struktur kerangka JDD menggunakan material alumunium sehingga konstruksi ringan, kuat dan bebas karat. MATERIAL KHUSUS UNTUK DINDING. Jamban menggunakan material khusus untuk dinding di mana material ini memiliki ketahanan yang baik terhadap sinar ultraviolet. Bentuk serta tiap lekukan dari JDD memiliki tujuan tersendiri yang kesemuanya menghasilkan sebuah sistem sanitasi yang mudah untuk digunakan dan tidak mencemari lingkungan sekitarnya. Sumber : https://www.diandesa.org/daily-blog-project-news/jamban-sehat-dian-desa/

JAMBAN NYAMAN: BENTUK PERHATIAN YANG HUMANIS

Tim Sarpras tidak hanya bertugas mengurusi wajah sekolah saja. Lebih dari itu, urusan domestik seperti dapur dan kamar mandi juga perlu sentuhan khusus. Sebab, pada kenyataannya, fasilitas yang disebut belakangan ini justeru yang paling sering dibutuhkan dan paling banyak dimanfatkan oleh warga sekolah dibandingkan fasilitas yang digunakan untuk wajah sekolah. Rasio Ketersediaan Jamban Terkadang urusan ke belakang menjadi kebutuhan mendesak dalam kondisi apa pun. Siswa sering kali membutuhkan tempat yang nyaman untuk melakukan hajatnya. Untuk itu, ketersediaan kamar mandi yang representatif menjadi impian warga sekolah. Tim Sarpras SMA N 1 Muntilan sangat mahfum akan hal ini. Maka, secara bertahap, sekolah mulai berbenah untuk menyediakan kamar mandi dan jamban yang nyaman. Hal yang dilakukan antara lain dengan menambah jumlah agar sesuai dengan jumlah siswa. Rasio ketersediaan toilet di sekolah adalah 1:25 untuk siswa perempuan, dan 1:40 untuk siswa laki-laki. Dengan jumlah siswa di atas 1000 (700 perempuan dan 300 laki-laki), idealnya SMA N 1 Muntilan memiliki 35-40 jamban siswa. Penambahan jumlah ini dilakukan di lantai 2. Sebab, banyak kelas yang berlokasi di lantai 2. Selain penambahan jumlah, perlu juga mempertimbangkan kenyamanan. Untuk itulah, beberapa kamar mandi diperbaiki untuk meningkatkan kenyamanan. Jamban Duduk Warga sekolah itu tak mungkin homogen. Keberbedaan menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi. Mulai dari perbedaan fisik, perbedaan kebiasaan, latar belakang sosial, dan sebagainya. Ada perbedaan yang disandang sesorang karena sebab yang di luar jangkauannya. Sekolah memahami hal ini sampai pada ‘urusan belakang.’ Ada banyak hal terkait perbedaan dan keberagaman ini yang harus disikapi dengan sarana dan prasarana khusus. Misalnya saja terkait penggunaan jamban dan kamar mandi. Ini menjadi urusan penting yang harus diutamakan di sekolah. Terkadang, ada siswa yang perlu perlakuan khusu untuk urusan ke belakang ini. Untuk itu, sekolah juga menyediakan kamar mandi dengan jamban duduk bagi mereka yang sulit menggunakan jamban jongkok. Hal ini disediakan semata-mata untukmemfasilitasi warga sekolah. Misalnya saja siswa yang memiliki alasan kesehatan atau kebutuhan khusus. Sumber : https://sman1-muntilan.sch.id/berita/jamban-nyaman-bentuk-perhatian-yang-humanis

Setiap Rumah Wajib Miliki Jamban

DEMAK – Masyarakat di Kabupaten Demak wajib memiliki jamban di rumahnya. Kepala desa pun diminta mendorong dan mengingatkan warganya. Hal tersebut disampaikan Bupati Demak M Natsir saat meresmikan hasil pelaksanaan program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) di Desa Sumberejo, Kecamatan Bonang, Selasa (25/8/2020). Menurutnya, warga yang belum memiliki rumah dengan standar keselamatan bangunan dan kecukupan minimal bangunan, seperti tidak memiliki jamban, dapat menerima BSPS. “BSPS menjadi prioritas karena rumah layak adalah kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dalam program BSPS juga harus dibangun jamban keluarga. Untuk itu saya minta kepada para kepala desa untuk selalu mengingatkan warganya, agar wajib mempunyai jamban di setiap rumah,” kata bupati. Bupati berharap, melalui program BSPS bisa meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Demak. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Demak Akhmad Sugiyarto mengatakan, pada 2020, Kabupaten Demak mendapat alokasi BSPS sebanyak 1.075 rumah. Sebanyak 300 unit rumah yang berada di 12 desa di Kecamatan Bonang mendapat alokasi BSPS tahap pertama, di mana masing-masing desa mendapat alokasi 25 rumah. “Untuk saat ini, sudah 276 unit rumah yang pembangunannya sudah mencapai 100 persen. Kami berharap Demak mampu segera menyelesaikan program BSPS. Besar harapan kami, tahun mendatang Demak kembali mendapatkan bantuan ini,” terang Sugiyarto. Sumber : https://jatengprov.go.id/beritadaerah/setiap-rumah-wajib-miliki-jamban/